TUGAS PAPPER
MATA KULIAH PENGANTAR USAHA TANI
“Komoditas Semangka (Citrullus
vulgaris)”
Oleh:
Kelompok 4
Risky Widayanti 125040200113002
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
KEDIRI
2014
Soal
1.
Carilah referensi hasil penlitian usaha tani
terkait sjarah usaha tani komoditas terkait objek praktikum.
2.
Lakukan idntifikasi sejarah usaha tani dan
komoditas pada obyek praktikum.
3.
Interpretasikan hasilnya.
(lengkapi dengan foto)
Pembahasan
1. Jurnal (terlampir)
2. Identifikasi
Negara Indonesia merupakan salah satu negara
agraris dimana sebagian besar penduduknya merupakan bekerja dibidang pertanian.
Sehingga pertanian yang mempu mnggerakkan roda perekonomian rakyat Indonesia.
Namun pada kenyataannya yang terjadi saat ini masyarakat belum mampu
memanfaatkan potensi secara optimum yang disebabkan oleh berbagai faktor
misalnya rendahnya sumber daya manusia dan teknologi inovasi baru yang tidak
diterapkan. Indonesia yang memiliki berbagai potnsi alam memang belum semuanya
dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang optimum misalnya di daerah Kabupaten
Kulon Progo.
Dalam
identifikasi komoditas semangka menurut Wilastinova(2012) budidaya semangka
dapat dilakukan dimana saja dengan media apa saja. Petani daerah Kabupaten Kulon
Progo menanam semangka sebab daerah tersebut merupakan salah satu darah
penghasil semangka sedangkan lahan yang tersedia semakin sempit sehingga sangat
diperlukan inovasi baru agar daerah Kabupatn Kulon Progo tetap dapat
menghasilkan buah semangka. Berdasarkan jurnal Wilastinova (2012) dijelaskan
bahwa pertanian di Indonesia dapat dikembangkan melalui penerapan teknologi
inovasi baru dengan memanfaatkan potensi yang ada yaitu pemanfaatan lahan pasir
pantai yang diharapkan dapat menambah areal tanam yang senantiasa berkurang
pada setiap tahunnya. Untuk benih, petani menggunakan benih semangka Siminis yang dibeli dari toko trdekat.
Sedangkan
pada penelitian Sugiarti (2010) memaparkan bahwa pengembangan teknologi dalam
pengembangan budidaya semangka adalah dengan benih semangka hibrida. Benih
semangka hibrida merupakan prospek yang cerah sebab dapat mendukung upaya
peningkatan pendapatan petani,pengentasan kemiskinan, perbaikan gizi dan
perluasan kesempatan kerja. Dalam upaya pengembangan usaha tani tanaman semangka
petani PT.Tunas Agro Persada Semarang yang brgerak di bidang industri pertanan.
Jadi petani hanya perlu menyiapkan lahan untuk budidaya sedangkan benih hibrida
difasilitasi oleh mitra kerja ( PT. Tunas Agro Persada). Petani melakukan
budidaya semangka dibawah bimbingan dan pengawasan dari pihak PT. Tunas Agro
Persada.
Dari
beberpa jurnal yang kami dapatkan ada beberapa perbedaan teknik budidaya
semangka yaitu jika pada jika pada lahan pasir di Kabupaten Kulon Progo
penggunaan pupuk kompos, pupuk Ponska dan NPK Mutiara diberikan secara bersama-
sama sedangkan pada lahan biasa diberikan satu per satu tiap-tiap jenis pupuk.
Cara pemberian pupuk demikian berdasarkan penelitian Wilastinova(2012)
berpengaruh nyata terhadap produksi semangka pada lahan pasir. Pemupukan dasar
yaitu pupuk Phonska dan pupuk kompos yang diberikan bersamaan sedangkan pupuk
NPK merupakan pupuk susulan.
Di
kabupaten Karanganyar bibt yang digunakan sebelumnya adalah benih lokal
kemudian perubahan terjadi dengan penggunaan benh semangka hibrida. Pengolahan
tanah dilakukan 10-14 hari lebih awal daripada pembibitan. Pemupukan yang
dilakukan yaitu puuk kompos diberikan pada saat pengolahan tanah sedangkan untuk
pemupukan susulan digunakan pupuk TSP dan KCL. Sebab pemberian pupuk susualn
dianggap penting , namun untuk tanaman yang sudah subur cukup diberi pupuk daun
yang disesuaikan dengan fase pertumbhan tanaman (Samadi, 1996 dalam Sugiarti
(2010)). Untuk perawatan dilakukan penyulaman sedini mungkin hingga tanaman
berumur 15 hari . Pemangkasan dilakukan apabila tanaman terdapat banyak buah.
Buah yang disisakan biasanya yang tumbuh bagus dan letaknya tidak berdekatan.
3.
Review/Komentar
Tanaman semangka banyak dibudidayakan oleh petani di berbagai daerah, hal
ini dikarenakan buah semangka yang mempunyai rasa yang enak, segar karena
banyak mengandung air serta berbagai produk minuman yang banyak menggunakan
bahan baku semangka menjadi alasan yang kuat bahwa tanaman semangka mempunyai prospek
yang bagus untuk usaha tani. Di daerah Indonesia masyarakat sangat gemar untuk
mengkonsumsi buah semangka baik digunakan untuk buah maupun minuman, namun
didapatkan berbagai permasalahan dalam produksinya sehingga seringkali kebutuhan
semangka tidak terpenuhi, misalnya di Kabupaten Kulon Progo yang merupakan
salah satu sentra produksi tanaman semangka terjadi alih fungsi lahan pertanian
menjadi areal pemukiman. Sedangkan di daerah tersebut hanya didapatkan lahan
pasir. Untuk mngatasi hal tersebut maka adanya inovasi baru yang memanfaatkan
lahan pasir di Kabupaten Kulon Progo sangat baik untuk dikembangkan sehingga
dapat memenuhi permintaan masyarakat akan buah semangka. Dengan adanya inovasi
tersebut menurut saya juga berpengaruh positif terhadap faktor ekonomi
masyarakat sekitar sebablahan yang dahulunya tidak berproduktif sekarang
menjadi produktif dan menghasilkan pendapatan ekonomi untuk kelangsungan hidup
petani. Dari segi tenaga kerja jga meningkatkan pengadaan lapangan pekerjaan
dibidang pertanian.
Dalam penelitian Sugiarti (2010) yang menerapkan inovasi teknologi baru
dengan penggunaan benih semangka Hibrida menurut saya dari segi positifnya
yaitu pendapatan petani dapat meningkat sehingga mampu mensejahterakan petani
semangka di daerah Kabupaten Karanganyar. Selain petani ada pihak lain yang
mendapatkan keuntungan yaitu mitra kerja PT. Tunas Agro Persada yang dapat
menanam semangka untuk kepentinga perusahaan tanpa mengeluarkan biaya untuk
lahan sebab petani yang bermitra harus menyediakan lahan sendiri untuk budidaya
tanaman semangka yang diberikan PT. Tunas Agro Persada.
Parapetani di Kabupaten Karanganyar bersedia menerima atau mengadopsi
suatu inovasi baru tentang budidaya tanaman semangka hibrida tersebut karena
mereka menginginkan suatu perubahan yaitu ingi meningkatkan produksi dalam
usaha taninya dengan merubah cara-cara usaha taninya untuk mendapatkan income yang sebesar-besarnya. Perubahan
yang sebelumnya hanya menggunakan benih semangka lokal memberikan hasil
produksi yang rendah untuk petani.
4.
Kesimpulan
Dari berbagai inovasi trsebut dapat disimpulkan bahwa setiap inovasi
mempunyai pengaruh yang positif untuk usaha tani tanaman semangka. Di Kabupaten
Kulon Progo yang dulunya hanya memanfaatkan lahan pertanian yang produktif saja
pada tahun 2012 berpindah memanfaatkan lahan pasir disekitar pantai setelah
adanya inovasi. Kemudian di Kabupaten Karanganyar sejarah awalnya yang
menggunakan benih semangka lokal berubah menjadi budidaya benih tanaman
semangka hibrida karena petani yang bersedia mengadopsi suatu inovasi teknologi
baru. Dari segi budidaya kedua daerah mempunyai teknik yang berbeda jika pada
Kabupaten Kulon Progo pemupukan pupuk Phonska dan kompos dilakukan bersamaan
maka di Kabupaten Karanganyar pemupukan kompos pada pengolahan lahan sedangkan
pupuk kimia TSP dan NPK pada saat pemupukn susulan.
5.
Referensi
Sugiarti, Lanjar.2010. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani Dengan
Tingkat Adopsi Budidaya Tanaman Semangka Hibrida Di Kabupaten Karanganyar
Bekerjasama Dengan Pt. Tunas Agro Persada Semarang. Yogyakarta :
Universitas Sebelas Maret.
Wilastinova, Reni Fatma.2012. Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Produksi
Usaha Tani Semangka (Citrullus vulgaris) Pada Lahan Pasir di Pantai Kabupaten
Kulon Progo. Yogyakarta:Universitas Sebelas Maret.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih